Pages

Subscribe:

Widget-3 title

Minggu, 13 Maret 2011

Ditunggu, Pemilihan Ketum PSSI yang Jujur

Jakarta - PSSI dinilai sudah terlalu banyak berbohong kepada publik sepakbola tanah air selama ini. Untuk pemilihan Ketua Umum PSSI mendatang, diharapkan tercipta sebuah proses yang jujur.

Banyak misteri di tubuh PSSI yang tak terungkap ke muka umum. Salah satunya, surat FIFA tahun 2007 soal status Nurdin Halid sebagai terpidana yang membuatnya tak bisa lagi memimpin PSSI.

Kini, proses pemilihan ketua umum PSSI akan dimulai dari nol lagi. Keputusan Komite Banding terdahulu telah menolak banding George Toisutta dan Arifin Panigoro plus menganulir keputusan Komite Pemilihan yang meluluskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

FIFA telah menginstruksikan PSSI untuk menggelar kongres untuk membentuk komite pemilihan pada 26 Maret mendatang dan melakukan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif sebelum 30 April.

PSSI pun mulai bergerak. Berdasarkan pertemuan dengan FIFA pada 7 Maret lalu, mereka telah membentuk sebuah komite yang bertugas menyusun draft pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Dalam draft tersebut nantinya akan dijabarkan bagaimana penjaringan kandidat ketua umum, wakil ketua dan anggota Komite Eksekutif. Komite awal tersebut diketuai oleh Ibnu Munzir dan Djoko Driyono sebagai sekretaris.

Menarik dinanti bagaimana nanti PSSI akan menggelar kongres pembentukan komite pemilihan pada 26 Maret dan melakukan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif pada 29 April nanti. Apakah akan penuh intrik seperti yang sudah-sudah? Atau ada perubahan?

"Masak tidak jujur mau diulang-ulangi terus sih. Mereka kita harapkan segera kembali ke jalan yang benar," terang pengamat sepakbola Tondo Widodo, saat berbincang dengan detikSport, Sabtu (12/3/2011).

"Masak mau bohong terus sih. Masak duta besar dianggap kabar burung. Dan ini bukan momentum yang tepat untuk berbohong," lugasnya.

Tondo berharap komite pemilihan yang terbentuk nantinya bisa benar-benar independen dan bisa mengawal proses pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif.

"Nanti komite pemilihan yang harus mengeceknya. Croscek, menanyakan ke sekjen, kalau nggak kuat tanyakan ke FIFA. Nanti KONI juga harus mengawasi," ujar mantan pengurus PSSI ini.

Di akhir perbincangan, Tondo juga menegaskan bahwa Nurdin Halid sudah tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum terkait statusnya sebagai mantan narapidana. Bukan hanya melanggar statuta FIFA, tapi juga statuta PSSI versi bahasa Inggris.

"Statuta PSSI bahasa Inggris final draft, Nurdin sudah tidak memenuhi syarat," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar