Tokyo - Gempa dan tsunami yang melanda Jepang ikut berimbas pada kompetisi sepakbola negara tersebut, setelah seluruh pertandingan J-League akhir pekan ini dibatalkan.
Sejumlah wilayah Jepang digoyang gempa, Jumat (11/3/2011). Di kawasan pesisir, gempa itu lantas juga memicu lahirnya tsunami dahsyat.
Di tengah-tengah kondisi tersebut, kompetisi J-League yang juga baru dimulai akhir pekan lalu pun tidak akan menggelar pertandingan pada pekan ini.
Total sebanyak 19 partai di J-League dan kompetisi divisi dua dinyatakan ditunda menyusul gempa terbesar di Jepang selama 140 tahun tersebut, sebagaimana diwartakan Reuters.
Empat tim J-League saat ini juga masih dijadwalkan untuk ambil bagian dalam partai Liga Champions Asia pada hari Selasa dan Rabu tengah pekan depan.
Minggu, 13 Maret 2011
Persib Atasi Pelita 2-1
Meski bermain di kandang Pelita, Stadion Singaperbangsa, Karawang, Sabtu (12/3/2011), Persib bak bermain di kandang sendiri berkat kehadiran ribuan suporter setianya.
Pertandingan baru berusia sembilan menit saat Persib berhasil membuka skor. Menerima umpan dari Hariono, sepakan terarah Shohei Matsunaga sukses merobek jala gawang Pelita.
Empat menit sebelum babak pertama usai, Persib nyaris menambah gol lewat upaya Rahmat Affandi. Tandukan Rahmat menyambut umpan silang Matsunaga bisa dijinakkan kiper Pelita, Kadek Wardana.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit 50, Pelita memperoleh hadiah penalti usai handball Maman Abdurahman di kotak penalti. Juan Ramirez yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan menjadikan skor sama kuat 1-1.
Persib mengembalikan keunggulan mereka di menit 62. Abanda Herman berhasil menanduk bola yang dikirim Eka Ramdani dari tendangan sudut, 'Maung Bandung' unggul 2-1.
Di 10 menit terakhir, Pelita dipaksa bermain dengan 10 orang karena Ramirez yang cedera padahal tim asuhan pelatih Misha Radovic itu sudah melakukan tiga kali pergantian.
Persib nyaris menambah gol lima menit menjelang bubaran. Umpan silang Matsunaga dari sayap kanan ditanduk Eka yang tak terjaga, tetapi bola melayang tipis di atas mistar Pelita.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-1 buat kemenangan Persib tidak berubah.
Ditunggu, Pemilihan Ketum PSSI yang Jujur
Banyak misteri di tubuh PSSI yang tak terungkap ke muka umum. Salah satunya, surat FIFA tahun 2007 soal status Nurdin Halid sebagai terpidana yang membuatnya tak bisa lagi memimpin PSSI.
Kini, proses pemilihan ketua umum PSSI akan dimulai dari nol lagi. Keputusan Komite Banding terdahulu telah menolak banding George Toisutta dan Arifin Panigoro plus menganulir keputusan Komite Pemilihan yang meluluskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.
FIFA telah menginstruksikan PSSI untuk menggelar kongres untuk membentuk komite pemilihan pada 26 Maret mendatang dan melakukan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif sebelum 30 April.
PSSI pun mulai bergerak. Berdasarkan pertemuan dengan FIFA pada 7 Maret lalu, mereka telah membentuk sebuah komite yang bertugas menyusun draft pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Dalam draft tersebut nantinya akan dijabarkan bagaimana penjaringan kandidat ketua umum, wakil ketua dan anggota Komite Eksekutif. Komite awal tersebut diketuai oleh Ibnu Munzir dan Djoko Driyono sebagai sekretaris.
Menarik dinanti bagaimana nanti PSSI akan menggelar kongres pembentukan komite pemilihan pada 26 Maret dan melakukan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif pada 29 April nanti. Apakah akan penuh intrik seperti yang sudah-sudah? Atau ada perubahan?
"Masak tidak jujur mau diulang-ulangi terus sih. Mereka kita harapkan segera kembali ke jalan yang benar," terang pengamat sepakbola Tondo Widodo, saat berbincang dengan detikSport, Sabtu (12/3/2011).
"Masak mau bohong terus sih. Masak duta besar dianggap kabar burung. Dan ini bukan momentum yang tepat untuk berbohong," lugasnya.
Tondo berharap komite pemilihan yang terbentuk nantinya bisa benar-benar independen dan bisa mengawal proses pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif.
"Nanti komite pemilihan yang harus mengeceknya. Croscek, menanyakan ke sekjen, kalau nggak kuat tanyakan ke FIFA. Nanti KONI juga harus mengawasi," ujar mantan pengurus PSSI ini.
Di akhir perbincangan, Tondo juga menegaskan bahwa Nurdin Halid sudah tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum terkait statusnya sebagai mantan narapidana. Bukan hanya melanggar statuta FIFA, tapi juga statuta PSSI versi bahasa Inggris.
"Statuta PSSI bahasa Inggris final draft, Nurdin sudah tidak memenuhi syarat," pungkasnya.
Pemain LPI Mulai Laris Jadi Bintang Iklan
Siapa lagi kalau bukan Irfan Bachdim yang mengawali semua itu. Pesepakbola blasteran Indonesia-Belanda itu mulai naik nama ketika membela timnas Indonesia di Piala AFF lalu. Dengan bermodal wajah tampan serta skill olah bola yang mumpuni, Irfan pun seketika jadi idola baru suporter Merah Putih terutama kaum hawa.
Sejak merumput di LPI bersama Persema Malang, nama Irfan kiang melambung. Buktinya adalah pemuda 22 tahun ini sering terlihat wajahnya di layar televisi dengan membintangi sejumlah iklan produk ternama.
Dimulai dari minuman ringan Pocari Sweat yang kemudian dilanjutkan dengan produk shampoo Clear. Dan yang terbaru kini Irfan tengah ikut dalam penggarapan iklan produk skutik terbaru dari Suzuki. Sebuah fakta yang menunjukkan memang para bintang LPI (mulai) laku dijual sebagai bintang iklan.
Hal ini lazim terjadi di sepakbola profesional saat ini terutama para pesepakbola yang merumput di liga-liga Eropa kerap menjadi ikon dari sebuah produk. Inilah yang memang sedang digenjot oleh LPI yang memang bertujuan membawa sepakbola Indonesia ke arah sepakbola industri.
"kita senang LPI bisa jadi sepakbola industri kita kan banyak didukung oleh banyak sponsor. Sepakbola profesional itu kan didukung oleh banyak sponsor. Ini terbantu dengan adanya Irfan Bachdim yang memang menjadi salah satu daya tarik sepakbola Indonesia saat ini," sahut juru bicara LPI, Abi Hasantoso, kepada detiksport, Minggu (13/3/2011) siang WIB.
"Gak semua pemain ganteng dan pemain hebat punya daya tarik. Hanya Irfan saat ini yang bisa seperti itu. Dia punya tarik untuk orang lain. Terbukti banyak pengiklan menunggu pertandingan Persema karena di situ ada Irfan. Irfan pun sudah membuktikan kualitasnya di LPI sejauh ini," sambungnya.
Tak hanya Irfan namun rekannya di Persema yaitu Kim Jeffrey Kurniawan dan sang pelatih Timo Scheunemann beberapa waktu lalu juga didaulat jadi brand ambassador produk olahraga lokal, League. Ini semakin menunjukkan jika LPI memang mendapat perhatian lebih saat ini dari para produsen kelas dunia.
Lebih lanjut Abi mengatakan salah satu bintang LPI, Lee Hendrie, yang kini bermain bagi Bandung FC pun akan mengikuti jejak para pemain tersebut. Namun untuk iklan produk apa, Ab sendiri belum bisa menjelaskan.
"Kim bisa saja dikontrak oleh produk lain. Dia kan sekarang udah jadi ambassador League bersama coach Timo. Itu bagus buat LPI karena menunjukkan kita bisa menjadi sepakbola Industri dan didukung oleh banyak sponsor."
"Lee Hendrie sudah mau dikontrak salah satu produk namun saya belum bisa kasih tau apa. Yang baru confirm dari pemain LPI baru tiga itu aja," pungkas Abi.
Kawal Revolusi PSSI, Jakmania Dirikan Posko
“Jakmania konsisiten menjadi barisan terdepan revolusi PSSI. Apapun resikonya sudah kami pikirkan matang-matang. Dengan adanya posko ini, teman-teman suporter di daertah bisa mengakses informasi perkembangan terkini revolusi PSSI,” ujar Ketua Umum Jakmania, Larico Ranggamone, di Sekretariat Jakmania, Jakarta, Sabtu (12/3).
“Lahirnya posko ini dilandaskan atas, revolusi yang sudah bergulir harus dikawal sehingga dapat berjalan dengan baik. Tentu dengan semangat yang baik pula. Kami membangun posko bukan atas nama pribadi, tapi suporter Indonesia. Ini bentuk kepedulian kami sekaligus merangsang suporter lain membentuk posko serupa di tempatnya,” tambah Larico.
Senada dengan Larico, Pembina sekaligus mantan Ketua Umum Jakmania, Danang A. Ismartani, menuturkan Jakmania harus mengawal revolusi hingga titik akhir, bahkan pasca revolusi itu. “Jakmania tidak pernah mengawali revolusi, namun akan terus mengikuti dan tampil memberikan kontribusi.”
“The Jak terbuka sebagai pusat informasi terkait revolusi PSSI. Biasanya kalau ada gerakan dua sampai tiga bulan ke depan akan masuk angin. Orang-orang yang dulu kritis setelah dikasih angin segar oleh lawan lantas melempem. Posko ini terbentuk untuk mengantisipasi hal itu. Kami berusaha agar semangat revolusi tidak luntur,” kata Danang.
Sementara itu, Sekretaris Umum Jakmania, Richard Achmad mengungkapkan, bentuk relaitas posko ini sebagai tempat atau wadah bukan hanya Jakmania, namun juga suporter lain dan masyarakat pencinta sepak bola mengawal revolusi yang sudah bergulir.
“Kami ingin semuanya duduk bareng mengawal revolusi. Jangan sampai orang di atas bermain, namun kita hanya terdiam dan tidur. Kami sediakan tempat, waktu, dan ruang di sini. Target kami bukan hanya Nurdin Halid, tapi bagaimana menciptakan peradaban sepak bola yang madani,” pungkasnya.
Jakmania Gelontorkan Sepuluh Himbauan Keras
Merespon perkembangan kisruh sepak bola Tanah Air yang semakin tak terurai, The Jakmania menelurkan 10 himbauan keras. Kembali kepada titik nol dan bekukan PSSI.
“Keadaan saat ini sangat kontras dengan peradaban sepak bola, yang menjunjung semangat fairplay dan kejujuran. Permasalahan makin ruwet dan tak berujung. Masyarakat dan si penyampai berita pun sama-sama bingung atas banyak pihak yang merasa pendapatnya paling benar,” ujar Sekretaris umum, Richard Achmad, dalam jumpa pers, di Sekretariat Jakmania, Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (12/3).
“Ironisnya, informasi terkait pendapat FIFA pun tak jelas. Semua mengklaim dirinya yang paling benar. Lantas siapa yang harus didengar? Berdasarkan hal itu, maka Jakmania menyatakan 10 himbauan keras,” tambah Richard.
Pertama, kata Richard, sepak bola (PSSI) adalah milik masyarakat Indonesia; kedua, FIFA bukanlah konsorsium dewa-dewa yang harus disembah dan ditaati secara membabi buta; ketiga, pemerintah (Menegpora dan KONI/KOI) harus bersikap tegas mengambil langkah sistematik penyelesaian kisruh PSSI dan hangan “mencla-mencle”.
Selanjutnya masih kata Richard, pemilik suara (klub dan Pengda) jangan jadi banci dan bersikap pragmatis, karena kalian penentu (punya hak suara). Masa depan PSSI ada ditangan kalian. Kelima, rezim Nurdin Halid-Nugraha Besoes berhentilah menjadi manusia yang tidak tahu malu. Ini bukan rimba belantara, PSSI milik masyarakat. Berjiwa besar dan mundur sekarang juga, jangan berlindung dalam aturan organisasi.
Keenam, LPI (Liga Primer Indonesia-Red) jangan gede rasa, seakan-akan dewa penyelamat yang dapat menyelesaikan semua kisruh dan keterpurukan PSSI. Ketujuh, KPPN dan FPSP hentikan manuver yang hanya menambah persoalan baru. Delapan, sanksi FIFA bukanlah kiamat dan akhir sepak bola nasional. Sembilan, perlu langkah-langkah yang cepat, tegas, dan berani dalam penyelamatan organisasi.
Dan terakhir, hanya ketegasan, keberanian, dan jiwa besar yang dibutuhkan dalam penyelesian kisruh ini. “Saya yang bertanggungjawab atas semua kegagalan itu, bukan orang lain,” ujar Richard mengutip pernyataan Ali Sadikin di kongres PSSI ke-27, (Desember 1981).
“Kembalikan pada titik nol. Bekukan PSSI, bentuk panitia persiapan pembentukan PSSI pusat dan daerah yang melibatkan komponen bangsa,” pungkas Richard.
“Keadaan saat ini sangat kontras dengan peradaban sepak bola, yang menjunjung semangat fairplay dan kejujuran. Permasalahan makin ruwet dan tak berujung. Masyarakat dan si penyampai berita pun sama-sama bingung atas banyak pihak yang merasa pendapatnya paling benar,” ujar Sekretaris umum, Richard Achmad, dalam jumpa pers, di Sekretariat Jakmania, Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (12/3).
“Ironisnya, informasi terkait pendapat FIFA pun tak jelas. Semua mengklaim dirinya yang paling benar. Lantas siapa yang harus didengar? Berdasarkan hal itu, maka Jakmania menyatakan 10 himbauan keras,” tambah Richard.
Pertama, kata Richard, sepak bola (PSSI) adalah milik masyarakat Indonesia; kedua, FIFA bukanlah konsorsium dewa-dewa yang harus disembah dan ditaati secara membabi buta; ketiga, pemerintah (Menegpora dan KONI/KOI) harus bersikap tegas mengambil langkah sistematik penyelesaian kisruh PSSI dan hangan “mencla-mencle”.
Selanjutnya masih kata Richard, pemilik suara (klub dan Pengda) jangan jadi banci dan bersikap pragmatis, karena kalian penentu (punya hak suara). Masa depan PSSI ada ditangan kalian. Kelima, rezim Nurdin Halid-Nugraha Besoes berhentilah menjadi manusia yang tidak tahu malu. Ini bukan rimba belantara, PSSI milik masyarakat. Berjiwa besar dan mundur sekarang juga, jangan berlindung dalam aturan organisasi.
Keenam, LPI (Liga Primer Indonesia-Red) jangan gede rasa, seakan-akan dewa penyelamat yang dapat menyelesaikan semua kisruh dan keterpurukan PSSI. Ketujuh, KPPN dan FPSP hentikan manuver yang hanya menambah persoalan baru. Delapan, sanksi FIFA bukanlah kiamat dan akhir sepak bola nasional. Sembilan, perlu langkah-langkah yang cepat, tegas, dan berani dalam penyelamatan organisasi.
Dan terakhir, hanya ketegasan, keberanian, dan jiwa besar yang dibutuhkan dalam penyelesian kisruh ini. “Saya yang bertanggungjawab atas semua kegagalan itu, bukan orang lain,” ujar Richard mengutip pernyataan Ali Sadikin di kongres PSSI ke-27, (Desember 1981).
“Kembalikan pada titik nol. Bekukan PSSI, bentuk panitia persiapan pembentukan PSSI pusat dan daerah yang melibatkan komponen bangsa,” pungkas Richard.
Sabtu, 12 Maret 2011
Arsenal : Johan Djorou Absen Hingga Akhir Musim
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengonfirmasi kalau salah satu beknya, Johan Djorou, akan absen hingga akhir musim karena mengalami dislokasi pada bahunya.
Djorou mengalami cedera bahu tersebut saat memperkuat Arsenal ketika dikalahkan Manchestar United dengan skor 0-2 pada perempat final Piala FA, Minggu (13/3) dini hari WIB. Ketika itu ia ditarik keluar setelah berbenturan cukup keras dengan Bacary Sagna pada menit 82.
"Kami tidak beruntung karena kami akan kehilangan Djourou sampai akhir musim nanti. Bahunya mengalami dislokasi, musim ini berakhir baginya. Keadaan ini akan menyulitkan kami, tapi dengan kondisi ini kami bisa menunjukkan kesolidan kami," ujar Wenger, seperti yang dikutip Goal.
Absennya Djorou sampai akhir musim nanti tentunya membuat Arsenal mengalami krisis pemain bertahan, terutama di sektor bek tengah. Pasalnya setelah cederanya Djorou, Arsenal kini hanya memiliki dua bek tengah di dalam daftar pemainnya, yaitu Laurent Koscielny dan Sebastian Squilaci.
Djorou mengalami cedera bahu tersebut saat memperkuat Arsenal ketika dikalahkan Manchestar United dengan skor 0-2 pada perempat final Piala FA, Minggu (13/3) dini hari WIB. Ketika itu ia ditarik keluar setelah berbenturan cukup keras dengan Bacary Sagna pada menit 82.
"Kami tidak beruntung karena kami akan kehilangan Djourou sampai akhir musim nanti. Bahunya mengalami dislokasi, musim ini berakhir baginya. Keadaan ini akan menyulitkan kami, tapi dengan kondisi ini kami bisa menunjukkan kesolidan kami," ujar Wenger, seperti yang dikutip Goal.
Absennya Djorou sampai akhir musim nanti tentunya membuat Arsenal mengalami krisis pemain bertahan, terutama di sektor bek tengah. Pasalnya setelah cederanya Djorou, Arsenal kini hanya memiliki dua bek tengah di dalam daftar pemainnya, yaitu Laurent Koscielny dan Sebastian Squilaci.
Langganan:
Komentar (Atom)



